JAKARTA - Di era digital seperti saat ini, internet seakan menjadi kebutuhan primer bagi masyarakat perkotaan. Sayangnya, banyak konsumen yang belum bisa mengatur kuota 4G secara efisien.
Dengan banyaknya operator yang menawarkan beragam paket internetnya masing-masing, pengguna diharuskan cerdas dalam mengatur pemakaian kuota internet 4G. Berikut merupakan tipsnya agar kuota tidak cepat habis.
Matikan Mobile Data saat Tidak Digunakan
Ada baiknya, Anda tidak menggunakan internet sepanjang waktu. Pasalnya, gelombang elektromagnetik dari sinyal internet dapat memengaruhi kesehatan. Selain itu, Anda juga dapat melakukan penghematan data.
Gunakan Data Saver
Di setiap browser, biasanya terdapat fitur Data Saver. Fitur ini dapat menekan konsumsi bandwith di smartphone secara drastis.
Mengatur Batas Penggunaan Data
Agar pemakaian data internet lebih terkontrol, Anda dapat mengaktifkan batas pemakaian data. Dengan mengaktifkan fitur ini, pengguna akan diberikan notifikasi jika pemakaian data telah melebihi batas.
Matikan Fitur 'Auto-Update Apps'
Pada pengaturan normal, biasanya smartphone Android akan memperbarui aplikasi secara otomatis. Anda dapat mematikan fitur tersebut di Play Store. Sebaiknya, Anda hanya memperbarui aplikasi dengan jaringan wifi.
Pages
Pages - Menu
Selasa, 01 November 2016
Trik Cerdas agar Kuota 4G Tidak Cepat Habis
Telkomsel Berikan Ribuan Hadiah di Program Pesta Akhir Tahun
Menjelang akhir tahun 2016, Telkomsel memanjakan pelanggannya melalui program Pesta Akhir Tahun. Telkomsel memberikan kesempatan kepada pelanggan untuk bisa memperoleh ribuan hadiah spesial, di antaranya empat unit mobil BMW 3 Series dan enam unit mobil Toyota Sienta.
"Kami berterima kasih atas kepercayaan pelanggan terhadap Telkomsel. Ribuan hadiah spesial ini merupakan apresiasi khusus di penghujung tahun yang bermanfaat bagi pelanggan," ujar Ririn Widaryani, Senior Vice President Consumer Marketing Telkomsel.
Program apresiasi akhir tahun dari Telkomsel ini diperuntukkan bagi seluruh pelanggan kartuHalo, simPATI, Kartu As, dan LOOP. Untuk mendapatkan kupon undian, pelanggan disebutkan cukup melakukan pembelian paket Pesta Akhir Tahun berupa layanan telepon, SMS, data/internet, international roaming, atau layanan musik digital dan games. Pelanggan juga bisa memperoleh kupon undian dengan menukarkan langsung Telkomsel POIN yang dimiliki pelanggan atau menukarkan Telkomsel POIN untuk mendapatkan voucher belanja Alfamart dan Solaria, serta voucher untuk berbelanja secara online di Blanja.com, Blibli.com, Bhinneka.Com, dan Lazada.co.id.
Seluruh aktivitas tersebut dapat dilakukan dengan cukup mengakses aplikasi MyTelkomsel atau menghubungi menu akses *123#. Bahkan apabila menukarkan Telkomsel POIN dan melakukan pembelian paket Pesta Akhir Tahun di aplikasi MyTelkomsel, pelanggan langsung memperoleh double kupon undian sehingga kesempatan untuk meraih hadiah semakin besar.
Selain mobil, pelanggan berkesempatan pula meraih beragam hadiah spesial lain. Sebut saja 100 unit sepeda motor Honda Beat, 500 unit smartphone 4G LTE LG K4, serta 1.000 voucher isi ulang pulsa senilai masing-masing Rp 1 juta.
Program Pesta Akhir Tahun Telkomsel ini digelar dalam dua periode. Pertama pada 29 Oktober-15 Desember 2016. Dan periode kedua berlangsung pada 16 Desember 2016-31 Januari 2017. Pengundian pemenang dilakukan di bulan Desember 2016 dan Februari 2017.
Google Ungkap Celah Keamanan Windows, Microsoft Kecewa
REDMOND - Tim analis keamanan Google baru saja mengeluarkan laporan mengenai celah keamanan di sistem operasi Windows. Namun, langkah ini malah ditanggapi negatif oleh Microsoft.
Setelah menemukan lubang keamanan yang terbuka di Windows, Google langsung melaporkannya ke Microsoft. Masalahnya, 10 hari setelah laporan ini keluar, Google segera mengungkapkannya ke publik. Padahal, Microsoft belum sempat melakukan penambalan.
"Langkah yang dilakukan Google akan membuat para konsumen kami dalam potensi bahaya. Kami merekomendasikan pengguna untuk memakai Windows 10 dan browser Microsoft Edge untuk perlindungan terbaik,” ujar pernyataan resmi Microsoft.
Dalam pembelaannya, Google berpendapat bahwa waktu 10 hari sangat cukup untuk menambal lubang keamanan. Namun menurut pakar keamanan, waktu 10 hari tidaklah cukup bagi Microsoft untuk membuat perbaikan.
Kini, Google menyarankan kepada konsumen untuk memasang pembaruan yang telah tersedia. "Kami mendorong pengguna untuk memastikan bahwa Flash auto-updaters telah diperbarui. Tak lupa, untuk menerapkan patch Windows dari Microsoft ketika sudah tersedia," ujar pernyataan resmi Google, seperti dikutip dari The Verge, Selasa (1/11/2016). (kem)